Author
Xerxes Elika Da Conceicao Silva(1
(1) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,
(2) ,
| Article Analytic |
Available online: 2025-01-26 | Published : 2025-01-26
Copyright (c) 2025 Xerxes Elika Da Conceicao Silva, Erny Herlin Sulistyowati
Article can trace at:
Article Metrics
Abstract Views: 51 times
PDF Downloaded: 101 times
Abstract
The purpose of this study is to determine the function and responsibilities of the supervisory judge in carrying out the task of settling bankrupt assets. Basically, before the declaration of bankruptcy, the debtor's rights to take all legal actions regarding his assets must be respected. Of course, by paying attention to the contractual rights and obligations of the debtor according to laws and regulations. Since the court pronounces a bankruptcy decision in a hearing open to the public against the debtor, the bankrupt's rights and obligations are transferred to the curator to manage and control his assets. A debtor who has two or more creditors and does not pay off one debt that has matured and can be collected can be declared bankrupt, either at the request of the debtor himself or at the request of one or more of his creditors, and other authorized parties, based on this, the problem is formulated as to what are the legal consequences of a bankruptcy declaration decision, the responsibility of the supervising judge in implementing the management and settlement of bankrupt assets by the curator, and what obstacles are faced by the supervising judge in carrying out his duties and responsibilities in resolving Bankruptcy and PKPU cases.
Keywords
References
Adhaper. (2016). Rekonstruksi Mekanisme Hukum Kepailitan Di Pengadilan Niaga. Hukum Acara Perdata, 2(1).
Ali, A. (2010). Menguak Teori Hukum (Legal Theory) Dan Teori Peradilan (Judicial Prudence). Kencana.
Ali, Z. (2011). Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika.
Arifin, S. (2012). Pengantar Hukum Indonesia. Medan Area University Press, 56.
Dewi, P. E. T. (2019). Implementasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Dalam Kepailitan Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Jurnal Hukum Saraswati, 1, 285286.
Djohansyah, J. (2001). Pengadilan Niaga Dalam Penyelesaian Utang Piutang Melalui Pailit Atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Alumni Bandung.
Fuady, M. (2005). Hukum Pailit Dalam Teori Dan Praktek. Citra Aditya Bakti.
Gulthom, B. (2012). Pandangan Kritis Seorang Hakim. PT Gramedia.
Hartono, S. R. (1999). Hukum Perdata Sebagai Dasar Hukum Kepailitan Modern. Jurnal Hukum Bisnis, 7, 23.
Hoff, J. (2000). Undang Undang Kepailitan Indonesia (K. Mulyadi, Ed.). PT. Tatanusa.
Ibrahim, J. (N.D.). Teori & Metode Penelitian Hukum Normatif. Bayumedia Publishing.
Irianto, C. (2015a). Penerapan Asas Kelangsungan Usaha Dalam Penyelesaian Perkara Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaraan Utang (PKPU). Jurnal Hukum Peradilan, 4(3), 405.
Irianto, C. (2015b). Penerapan Asas Kelangsungan Usaha Dalam Penyelesaian Perkara Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Jurnal Hukum Dan Peradilan, 4(3), 39941.
Jono. (2010). Hukum Kepailitan. Sinar Grafika.
Khairandy, R. (2013). Karakter Hukum Perusahaan Perseroan Dan Status Hukum Kekayaan Yang Dimilikinya. Jurnal Hukum Iua QUIA IUSTUM, 20, 8197.
Marzuki, P. M. (2021). Metode Penelitian Hukum: Vol. XV. Kencana.
Muryati, D. T., Heryanti, B. R., & Triasih, D. (2015). Kajian Normatif Atas Kepailitan BUMN (Persero) Dalam Kaitannya Dengan Pengaturan Perseroan Terbatas (Normatifs Study On BUMNs (Persero) Bankruptvy In Its Bearing With Limited Liability Arrangement). J. Dinamika Sosbud, 17, 2940.
Novitasari. (2017). Tinjauan Yuridis Pembatasan Jangka Waktu Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Terhadap Debitor. Kerta Patrika, 39.
Saliman, A. R. (2005). Hukum Bisnis Untuk Perusahaan. Prenadamedia Group.
Satriadi, D., & Rifai, A. (2023). Renvoi Prosedur Sebagai Upaya Hukum Terhadap Tagihan Kreditur Yang Ditolak Oleh Kurator Dalam Perkara Kepailitan (Studi Putusan Renvoi Prosedur Nomor 28/Pdt.Sus Pkpu/2018/Pn.Niaga.Jkt.Pst ). Unes Law Review, 6, 7746.
Simanjuntak, R. (2023). Undang-Undang Kepailitan Dan PKPU Indonesia Teori Dan Praktik. Penerbit Kontan Publishing .
Sjahdeini, S. R. (2022). Sejarah, Asas, Dan Teori Hukum Kepailitan Memahami Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (II). Prenadamedia Group.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2001). Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat). Rajawali Pers.
Subekti, R., & Tjitrosudibio, R. (2004). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. PT. Pradanya Pramita.
Subhan, M. H. (2023). Hukum Kepailitan : Prinsip, Norma, Dan Praktik Dan Peradilan: Vol. VIII. Kencana.
Syah, A. F., Khairo, F., & Fikri, H. (2022). Analisis Yuridis Tanggungjawab Hukum Hakim Atas Kelalaian Atau Kesalahannya Dalam Tugas Mengadili Putusan Dalam Perkara NO. 31/Pdt.G/2015/PN.SKY. Lex Stricta : Jurnal Ilmu Hukum, 1, 115134.
Syahrunsyah. (2019). Pertanggung Jawaban Hakim Terhadap Putusan Yang Salah Akibat Keterangan Palsu. Jurnal Universitas Asahan, 98106.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








