Author
Akbar Akbar(1
(1) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,
(2) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,
(3) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,
| Article Analytic |
Available online: 2025-01-13 | Published : 2025-01-13
Copyright (c) 2025 Akbar Akbar, Edi Hermanto
Article can trace at:
Article Metrics
Abstract Views: 199 times
PDF Downloaded: 132 times
Abstract
Artikel ini membahas tentang bagaimana cara berdakwah dengan humor tanpa berlebihan hingga menyakiti perasaan seseorang sehingga dengan etika ini tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat. Dalam Al-Quran dijelaskan ada beberapa perkataan dan komunikasi yang diperintahkan yaitu perkataan yang mulia(qaulan kariima), perkataan yang tegas(qaulan sadida), perkataan yang lemah lembut(qaulan layyina), perkataan yang membekas di hati dan jiwa(qaulan baligha). Dari beberapa prinsip tersebut bisa di terapkan oleh para pendakwah bagaimana seharusnya berdakwah dengan beretika tanpa menyakiti perasaan seseorang. Karena dai merupakan figur dan contoh bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan teknik netnografi, yaitu dengan melihat potongan video dari viralnya Gus Miftah dan mengambil beberapa potong kata yang dijadikan sebagai subjek penelitian dan juga wawancara ke beberapa informan yang telah melihat video viralnya Gus Miftah terhadap penjual es teh bernama Sunhaji.
Keywords
References
Abdullah, A. (2003). Fotografi: Pendidikan, perkembangan dan prospek. Jurnal Komunikasi dan Informasi.
Almunaware, A. N. I., Regar, P. M., & Senduk, J. (2015). Analisis Isi Berita Kontroversi Basuki Tjahaja Purnama Dalam Konteks Pengangkatan Gubernur Dki Jakarta Pada Surat Kabar Tribun Manado. Acta Diurna Komunikasi, 4(3).
Asiyah, S., & Huda, N. (2024). Edukasi tentang Akhlak Komunikasi di Dunia Industri dan Masyarakat bagi Siswa SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara. Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 6980.
Calhoun, L. G., Selby, J. W., & Warring, L. J. (1976). Social perception of the victims causal role in rape: An exploratory examination of four factors. Human Relations, 29(6), 517526.
Handayani, N. A. T., & Jaya, C. K. (2024). Bentuk-Bentuk Etika Komunikasi Dakwah dalam Perspektif Al-Quran. Journal of Dawah, 3(2), 114136.
Harahap, B. H. (2019). Etika Komunikasi Dalam Berdakwah. Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan, 1(2), 231248.
Ikhwan, K. I., Wahyu, H., & Wasehudin, W. (2023). Etika Komunikasi Pada Media Sosial Berdasarkan Perspektif Al-Quran. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 22(2), 570578.
Ilahi, N. H. (2024). Etika Komunikasi Islam Antara Guru Dan Siswa. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(2), 619629.
Kozinets, R. V. (2015). Netnography: Redefined. Sage.
Marwah, N. (2021). Etika Komunikasi Islam. Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 7(1).
Muttaqin, A., & Nisa, Z. K. (2024). Komunikasi Qurani dalam Sistem Pengasuhan di Pondok Pesantren Darul Huda Wonodadi. SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies, 4(2), 99105.
Naingolan, A. E., & Kartini, K. (2024). Istilah etika, pengertian etika komunikasi, dan etika komunikasi persuasif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 50045013.
Sukmaningtyas, A. N. I., Nurrohim, A., Amatullah, A., Az-Zahra, F. S., Jundy, A. M., Lovely, T., & Haqq, M. S. (2024). Etika komunikasi Al-Quran dan relevansinya dengan komunikasi di zaman modern. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 4(2), 556576.
Widjaja, H. (2010). Komunikasi & Hubungan Masyarakat. Bumi Aksara, Jakarta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








