Pendidikan Islam Pada Lembaga Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal

Author


M Lutfi(1Mail), Bahaking Rama(2), Syamsuddin S(3),
(1) Universitas Negeri Alauddin Makassar,
(2) ,
(3) ,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 385KB]  Language: en
Available online: 2025-01-05  |  Published : 2025-01-05
Copyright (c) 2025 M Lutfi, Bahaking Rama, Syamsuddin S
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 321 times PDF Downloaded: 326 times

Abstract


Pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan potensi individu, serta dalam pengembangan masyarakat secara keseluruhan. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan Islam dalam konteks lembaga pendidikan informal, formal, dan nonformal di Indonesia. Tiga jalur pendidikan ini diakui secara resmi dan masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang saling melengkapi. Pendidikan formal, yang diselenggarakan oleh madrasah, berfungsi sebagai lembaga resmi yang terstruktur dan diatur oleh pemerintah, memberikan pendidikan yang mencakup ilmu agama dan pengetahuan umum. Pendidikan nonformal, seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan berbagai kursus, menawarkan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan di luar jalur formal. Pendidikan ini sering kali lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, terutama bagi anak usia dini. Melalui pendidikan nonformal, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan. Selain itu, makalah ini juga membahas perbedaan mendasar antara pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pendidikan informal, yang berlangsung di lingkungan keluarga atau masyarakat, memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan individu. Jenis pendidikan ketiga ini saling melengkapi dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia dan berpengetahuan. Dengan demikian, makalah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran dan pentingnya pendidikan Islam dalam berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Penelitian ini juga mendorong pembaca untuk lebih menghargai dan memanfaatkan setiap jalur pendidikan yang ada, guna mendukung pengembangan diri dan masyarakat yang lebih baik. Melalui pemahaman yang komprehensif tentang pendidikan Islam, diharapkan generasi mendatang dapat menjadi individu yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.


Keywords


Pendidikan Islam, lembaga Formal, Non Formal dan Informal

References


Asmuki and Wilda Al Aluf, Pendidikan Karakter di Pesantren, Edupedia, Vol. 2 No. 2 (Januari, 2018); 3. https://doi.org/10.35316/edupedia.v2i2.325.

Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: Logos, 1999).

Charles Michael Stanton, Pendidikan Tinggi Dalam Islam, Terj. Affandi dan Hasan Asari (Jakarta: Logos, 1994).

Frances Hesselbein and Marshall Goldsmith, The Leader of the Future: New Visions, Strategies, and Practices for the Next Era, The Leadership Quarterly, Vol. 8 No. 2 (1997); 195. https://doi.org/10.1016/s1048-9843(97)90016-3.

Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional, Cetakan II (Jakarta: Kencana, 2007).

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 (Jakarta: Cemerlang, 2003)..


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.