Author
Rosmawaty Harahap(1
(1) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan,
(2) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan,
(3) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan,
(4) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan,
(5) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan,
(6) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan,
(7) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan,
| Article Analytic |
Available online: 2024-12-03 | Published : 2024-12-03
Copyright (c) 2024 Rosmawaty Harahap, Agni Lorensia Sihombing, Eveline Stephani, Intan Maharani Daulay, Melinda Isa Bella Tarigan, Tivani Aurel, Yulinda Br. Saragih
Article can trace at:
Article Metrics
Abstract Views: 104 times
PDF Downloaded: 288 times
Abstract
This research aims to understand the Sigale-gale statue in the Toba Batak tradition. The legend of the Sigale-gale statue is one of the cultural heritages of the Toba Batak community which is rich in historical, social, and spiritual values. This statue is located in Samosir Regency, North Sumatra Province, precisely in Tomok. This statue has a deep meaning as a symbol of respect for the spirits of ancestors and an expression of grief for the loss of loved ones. This paper aims to review the story behind the making of the sigale gale statue, a comparison of functions and forms from the beginning to the present, and the moral message conveyed. This study aims to analyze the legend of the Sigale gale statue through contemporary theory, namely literary sociology, the study used uses Mimetic studies, by showing how the legend of the sigale gale statue reflects the culture, beliefs or customs of the Toba Batak community.
Keywords
References
Ahimsa Putra, Heddy Shri.2001. Strukturalisme Levi-Staruss: Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Galang Press.
Ahmadi, Abu, 1986. Antropologi BudayaMengenal Kebudayaan dan Suku-suku Bangsa di Indonesia. Surabaya: CV Pelangi.
Antonius, Bungaran Simanjuntak.2006. Struktur Sosial Dan Sistem Politik Batak Toba Hingga 1945.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Ilma, A., & Bakthawar, A. (2019). Pendekatan Mimetik dalam Karya Sastra. Aksarabaca Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 1(1), 16-29.
Kaleb Simanungkalit, dkk. (2024).Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat "Sigalegale" dari Tapanuli Utara: Analisis Wacana Kritis Model Fairclough".Jurnal Onoma:Pendidikan, Bahasa dan Sastra, Vol. 10, No. 4, 2024.
Lubis, Rayani Sriwidodo.1982. Sigale-gale. Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya.
Marbun, M.A., & Hutapea, M.T. (1987). Kamus Budaya Batak Toba. Jakarta: Balai Pustaka.
Rina Nurfalah, dkk (2021).Analisis Puisi "Semakin Berat, Semakin Hilang" Karya Khoirul Trian dengan Menggunakan Pendekatan Mimetik.Jawa Barat:IKIP Siliwangi.
Sarumpaet, J. (1995). Sistem Kekerabatan dan Marga dalam Masyarakat Batak Toba. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Susi Masrolika, dkk (2023).Tari Patung Sigale-Gale sebagai Wisata Budaya di Pulau Samosir Sumatera Utara.Jambi:Universitas Jambi
Taylor, E.B. (1871). Primitive Culture. London: Bradbury, Evans, and Co
Vergouwen, A. (2004). Sistem Kekerabatan dalam Masyarakat Batak Toba. Jurnal Antrophos, 20(2), 25-40.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








