Author
Alma Novanissya(1
(1) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon,
(2) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon,
(3) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon,
(4) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon,
(5) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon,
| Article Analytic |
Available online: 2024-07-14 | Published : 2024-07-14
Copyright (c) 2024 Alma Novanissya, M. Rizky Firdaus, Ayu Apri Mania, Widia Purwati, Jaja J
Article can trace at:
Article Metrics
Abstract Views: 147 times
PDF Downloaded: 230 times
Abstract
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum intakulikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut satuan Pendidikan setiap jenjang agar memberikan fasilitas yang menunjang keberhasilan dalam pembelajaran. Adapun ciri dari Kurikulum Merdeka adalah: (1) Berbasis Proyek dan Karakter; (2) Fokus Pada Materi Esensial; dan (3) Fleksibilitas bagi Guru dan Siswa. Akan tetapi permasalahan sering di alami oleh para pendidik maupun pesrta didik. Para guru sebagai pendidik sering mengalami masalah dalam penerapan kurikulum dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan suatu kurikulum belum benar-benar dipahami dan diterapkan dengan baik, sudah muncuk kebijakan baru tentang perubahan kurikulum. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan tantangan kurikulum merdeka melalui pandangan peserta didik SMPN 1 Suranenggala. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kusioner yakni dengan cara memberikan pertanyaan untuk dijawab oleh responden dengan media google form. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dan tantangan kurikulum merdeka di era digitalisasi SMPN 1 Suranenggala dalam penyediaan sarana dan prasarananya yang mendukung dan memadai untuk pembelajaran di sekolah. Dari adanya teknologi digital yang dapat digunakan agar peserta didik lebih menguasai pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka yang berfokus pada karakteristik dan dapat menciptakan hal baru melalui proyek yang dapat mengasah kemampuan peserta didik agar mempunyai pengetahuan baik materi maupun praktek dalam terlaksananya kurikulum merdeka di era digitalisasi.
Keywords
References
Hartawati, F., Karim, M. (2024). Tantangan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah menengah pertama (SMP). Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 14(1), 2549-2594.
Koesoema ,D. A. (2020). Merdeka Belajar. KOMPAS, 25 Februari, 6.
Kemendikbudristek. (2022). Salinan Lampiran Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 009/H/Kr/2022 tentang dimensi, Elemen dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
Legi, H., Samosir, L., Tambunan, L.L. (2023). Manajemen konflik dalam implementasi merdeka di era digital. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 196-203.
Mustagfiroh, S. (2020). Konsep Merdeka belajar Perspektif Aliran Progresivisme di Perguruan Tinggi. Jurnal studi Guru dan Pembelajaran,3(1),141-147.
Marisa, M. (2021). Inovasi Kurikulum Merdeka Belajar di Era Society 5.0. Santhet: (Jurnal sejarah, Pendidiikan dan Humaniora), 5(1), 72. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.e-ISSN.
Pristiwanti, D., Badariah, B., Hidayat, S., Dewi, R. S. (2022). Pengertian Pendidikan. Jurnal pendidikan dan konseling, 4(6), 7911-7915.
Sugiyono (2015) Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,. Kualitatif dan R&D). Bandung : CV. Alfabeta.
Sherly, Dharma, E., & Sihombing, H. B. (2020). Merdeka belajar: kajian literatur. UrbanGreen Conference Proceeding Library, 1, 183190.
Tanggur, F. S. (2023). Tantangan implementasi kurikulum merdeka bagi guru sekolah dasar di wilayah pedesan pulau sumba. Hinef : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan, 2(2), 23-29.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








