Pendekatan Yuridis dan Normatif tentang Sanksi Bagi Hakim Pelanggar

Author


Hardani H(1Mail), Asni A(2), Halim Talli(3),
(1) Program Pascasarjana Hukum Peradilan Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
(2) Program Pascasarjana Hukum Peradilan Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
(3) Program Pascasarjana Hukum Peradilan Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 337KB]  Language: en
Available online: 2026-01-09  |  Published : 2026-01-09
Copyright (c) 2026 Hardani H, Asni A, Halim Talli
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 8 times PDF Downloaded: 4 times

Abstract


The integrity of the justice system relies heavily on judges' adherence to the Code of Ethics and Code of Conduct for Judges (KEPPH). This study aims to legally and normatively analyze the grounds for imposing sanctions on judges who violate the code of ethics, viewed from the perspectives of moral philosophy and procedural law. This research employs a normative-juridical method with a conceptual approach. The findings indicate that sanctions for judges are based not merely on violations of positive law, but on breaches of fundamental professional ethics principles comprising honesty, moral independence, and both vertical and horizontal accountability. Administrative negligence in the case file examination process that results in substantive injustice constitutes a fundamental basis for applying ethical sanctions. Judicial professionalism demands the unification of technical juridical competence with autonomous moral integrity.

Keywords


Judges' Code of Ethics, Professional Sanctions, Judicial Professionalism, Normative Ethics, Judicial Accountability.

References


Asrun, A.M. (2004). Krisis peradilan Mahkamah Agung di bawah Soeharto. Jakarta: Elsam36.

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Djohansjah, J. (2008). Reformasi Mahkamah Agung: Menuju independensi kekuasan kehakiman. Jakarta: Kesaint Blanc.

Harahap, Y. (2016). Pembahasan permasalahan & penerapan KUHAP (Penyidikan & penuntutan). Jakarta: Sinar Grafika.

Imran. (2019). Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Jurnal Yudisial, 12(1), .

Keraf, A.K. (2010). Etika lingkungan hidup. Jakarta: Kompas.

Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia (KHN RI). (2003). Laporan akhir standar disiplin profesi. Jakarta: KHN RI

Magnis-Suseno, F. (1989). Etika sosial. Jakarta: Gramedia.

Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI). (2007). Pedoman pelaksanaan tugas & administrasi pengadilan dalam empat lingkungan pengadilan. Jakarta: Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Manan, B. (2004). Hukum positif Indonesia (Satu kajian teoritik). Yogyakarta: FH UII Press.

Marzuki, P.M. (2014). Penelitian hukum. Jakarta: Prenada Media Group.

Muhammad, A. (2006). Etika profesi hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Muhammad, R. (2007). Hukum acara pidana kontemporer. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Muladi. (1995). Kapita selekta sistem peradilan pidana. Semarang: BP Undip.

Mulyadi, L. (2007). Kompilasi hukum pidana dalam perspektif teoritis & praktek peradilan. Bandung: Mandar Maju.

Mulyadi, L. (2014). Seraut wajah putusan hakim dalam hukum acara pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Nuh, M. (2011). Etika profesi hukum. Jakarta: Pustaka .

Rahardjo, S. (2004). Sosiologi hukum perkembangan metode & pilihan masalah. Surakarta: Muhamadiyah Universtiy Press.

Rahardjo, S. (2006). Membedah hukum progresif. Jakarta: Kompas.

Reksodiputro, M. (1993). Sistem peradilan pidana Indonesia. Jakarta: FH UI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.