Demokrasi di Indonesia dalam Realitas Politik di Papua: Refleksi Mahasiswa dalam Perjuangan Hak Adat

Author


Silpius Kegiye(1Mail),
(1) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 441KB]  Language: en
Available online: 2025-12-15  |  Published : 2025-12-15
Copyright (c) 2025 Silpius Kegiye
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 24 times PDF Downloaded: 3 times

Abstract


This study aims to (1) compare the concept of ideal democracy in Indonesia with its implementation in Papua; (2) analyze how the struggle of Papuan communities to obtain recognition of customary (indigenous) rights is perceived and addressed within the autonomy system; and (3) explore the reflections, roles, and advocacy strategies of Papuan students in pursuing the recognition and protection of customary rights. This research employs a qualitative method with a literature-based approach. The collected data are analyzed qualitatively. The results indicate that, based on findings related to democracy, conditions in Papua, and students perspectives, democracy in Indonesialargely characterized by a hybrid model and facing challenges in strengthening its systemprovides a backdrop for students to compare various forms of democracy. Students recognize that democratic processes do not always progress linearly and may regress to less free conditions. This political reality shapes Papuan and pro-Papuan students perspectives to be highly critical, fact-oriented, and demanding clear explanations. In the Papuan context, political realities marked by failures in Special Autonomy, domination by power elites, and ongoing debates between development and indigenous land rights have reinforced students belief that the democratic model applied in Indonesia has failed to create social justice or recognize the dignity of Indigenous Papuans. The failure of the Papuan Peoples Assembly (MRP) to safeguard and protect customary rights further strengthens the view that unequal governance mechanisms are used by the government primarily to maintain control rather than to promote public welfare.

Keywords


democracy; political reality; Papua; customary rights.

References


Hutubessy, F. K. (2019). Pergerakan Sakralitas-Nasionalisme Papua: Pola Pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua dalam Ruang Solidaritas di Yogyakarta. Journal of Universitas Airlangga.

Pranata, F. W., Bainus, A., & Herdiansah, A. G. (2022). Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Melalui Media Sosial pada Kerusuhan Demonstrasi Anti Rasis Tahun 2019. Aliansi: Jurnal Politik, Keamanan dan Hubungan Internasional.

Gobay, John N.R. (2015). Menggagas Bentuk Pemerintahan Khusus di Tanah Papua: Memposisikan Adat Dalam Pemerintahan. Paniai: Dewan Adat Daerah Paniai.

Heywood, Andrew. (2014). Politik. (Edisi Keempat, Terj. Ahmad Lintang Lazuardi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Samule, Agus. (2003). Mencari Jalan Tengah: Otonomi Khusus Provinsi Papua. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fatmawati, F. (2021). Studi Kasus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Surabaya. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan.

Elisabeth, A. & Dewi, R. (2018). Situasi Hak Asasi Manusia dan Konflik Papua: Sebuah Ironi?. Jurnal Penelitian Politik. Buku ini mencakup artikel yang relevan tentang situasi HAM di Papua.

Achmady, La. (2020). "'Kekhususan' Otonomi Khusus Papua." Jurnal Dinamis, 17(1), 8188.

Ayunda, Rahmi. (2021). "Dampak Rill Implementasi Status Otonomi Khusus di Provinsi Papua, Indonesia: Kajian Hukum Perspektif Good Governance." Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 7(1), 387402.

Wijaya, B. S., Putri Rozi, F. F., & Sukma, S. R. (2024). Degradasi Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan: Kerja Sama Organisasi Transnasional dalam Mengatasi Permasalahan Lingkungan di Asia Tenggara. Indonesian Journal of International Relations.

Muryantini, S. (2018). Konflik Otonomi Khusus Papua dan Dampaknya Terhadap Hubungan Pusat dan Daerah di Indonesia. Paradigma: Jurnal Masalah Sosial, Politik, dan Kebijakan.

Sudarsono, H. (2024). Analisis Representasi Deskriptif dan Substantif. Journal Publicuho.

Taufiq, M. (2025). Koalisi Perjuangan Advokasi Antara Greenpeace dan Pemuda Adat Papua Atas Posisi Subordinat Masyarakat Adat Awyu. Jurnal Pena Wimaya.

Yanuarti, S. (2018). Negara-Bangsa Baru dan Kekerasan Massal di Asia Tenggara. Lembaran Sejarah.

Pattiradjawane, R. A., dkk. (2023). Jejak-Jejak Konflik di Papua.

Elisabeth, A. & Dewi, R. (2018). "Situasi Hak Asasi Manusia dan Konflik Papua: Sebuah Ironi?." Jurnal Penelitian Politik, 15(2).

Fatmawati, F. (2021). "Studi Kasus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Surabaya." Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(3).

Haboddin, M. (2012). "Menguatnya Politik Identitas di Ranah Lokal." Jurnal Studi Pemerintahan, 3(1).

Hutubessy, F. K. (2019). "Pergerakan Sakralitas-Nasionalisme Papua: Pola Pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua dalam Ruang Solidaritas di Yogyakarta." Journal of Universitas Airlangga, 2(1).

Karubuy, A. R., & Rahawarin, B. (2020). "Partisipasi Politik Orang Asli Papua dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Manokwari Selatan." Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP), 23(2), 173-184.

Koli, Yanuarius, dkk. (2023). "Tantangan Implementasi HAM di Papua Sebagai Negara Yang Demokratis." Journal By Ininnawa Paramacitra Edukasi, 1(2).

Latuconsina, N. O. (2018). "Tantangan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di Asia Tenggara." Jurnal Global dan Strategis, 12(2).

Lubbi, Muhammad Malikul. (2021). "Analisis Sistem Pemilihan Umum Noken Di Provinsi Papua Dalam Prinsip Demokrasi Dan Sistem Hukum Nasional." Darmasyisya, 1(2).

Sihombing, G. (2018). Dinamika Demokrasi Lokal di Asia Tenggara: Studi Kasus Pilkada dan Konflik di Indonesia. Jurnal Global.

Koalisi Jurnalis. (2022). Hutan dan Masyarakat Adat Tanah Papua. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

KontraS. (2024). Aksi Damai Mahasiswa Papua Direpresif: Bukti Nyata Nihilnya Perlindungan Hukum dan HAM.

YLBHI. (2024). Polisi Harus Menghentikan Tindakan Represif Berlebihan.

Horstmann, A. (2017). The Role of Civil Society in Democratization in Southeast Asia. Seminar Internasional di UNNES.

Fox, J. (2016). West Papua, Indonesia and the Melanesian Spearhead Group: Competing Logics in Regional and International Politics. The Asia Pacific Journal of Anthropology.

Kingsbury, D. (2009). Political and Economic Governance in Southeast Asia.

Bnte, M., & Thuy, T. M. (Eds.). (2022). Comparative Politics of Southeast Asia: An Introduction to Governments and Political Regimes.

Roberts, C. B., Habir, A. D., & Sebastian, L. C. (2015). Indonesia's Ascent: Power, Leadership and The Regional Order.

Human Rights Watch. (2024). If Its Not Racism, What Is It?: Discrimination and Other Abuses Against Papuans in Indonesia.

CFR (Council on Foreign Relations). (2023). Kondisi Demokrasi di Asia Tenggara Buruk dan Semakin Memburuk.

Fox, J. (2016). West Papua, Indonesia and the Melanesian Spearhead Group: Competing

Fatmawati, F. (2021). "Studi Kasus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Surabaya." Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(3).

Haboddin, M. (2012). "Menguatnya Politik Identitas di Ranah Lokal." Jurnal Studi Pemerintahan, 3(1).

Hutubessy, F. K. (2019). "Pergerakan Sakralitas-Nasionalisme Papua: Pola Pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua dalam Ruang Solidaritas di Yogyakarta." Journal of Universitas Airlangga, 2(1).

Karubuy, A. R., & Rahawarin, B. (2020). "Partisipasi Politik Orang Asli Papua dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Manokwari Selatan." Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP), 23(2), 173-184.

Koli, Yanuarius, dkk. (2023). "Tantangan Implementasi HAM di Papua Sebagai Negara Yang Demokratis." Journal By Ininnawa Paramacitra Edukasi, 1(2).

Latuconsina, N. O. (2018). "Tantangan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di Asia Tenggara." Jurnal Global dan Strategis, 12(2).

Lubbi, Muhammad Malikul. (2021). "Analisis Sistem Pemilihan Umum Noken Di Provinsi Papua Dalam Prinsip Demokrasi Dan Sistem Hukum Nasional." Darmasyisya, 1(2).

Muryantini, S. (2018). "Konflik Otonomi Khusus Papua dan Dampaknya Terhadap Hubungan Pusat dan Daerah di Indonesia." Paradigma: Jurnal Masalah Sosial, Politik, dan Kebijakan, 20(1).

Musa'ad, Mohammad A. (2011). "Kontekstualisasi Pelaksanaan Otonomi Khusus di Provinsi Papua: Perspektif Struktur dan Kewenangan Pemerintahan." Jurnal Kajian, 16(2).

Mutaqin, Azmi. (2014). "Otonomi Khusus Papua Sebuah Upaya Merespon Konflik dan Aspirasi Kemerdekaan Papua." Politika: Jurnal Ilmu Politik, 4(1), 5-18.

Nur Rohim. (2014). "Optimalisasi Otonomi Khusus Papua Dalam Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat Guna Meredam Konflik dan Kekerasan." Fiat Justitia Jurnal Ilmu Hukum, 8(1).

Pranata, F. W., Bainus, A., & Herdiansah, A. G. (2022). "Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Melalui Media Sosial pada Kerusuhan Demonstrasi Anti Rasis Tahun 2019." Aliansi: Jurnal Politik, Keamanan dan Hubungan Internasional, 1(1).

Safiudin, S. (2022). "Politik Hukum Pengangkatan Orang Asli Papua Dalam Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah di Papua." Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 4(1), 129-148.

Sihombing, G. (2018). "Dinamika Demokrasi Lokal di Asia Tenggara: Studi Kasus Pilkada dan Konflik di Indonesia." Jurnal Global, 15(3).

Suroto. (2018). "Peran Mahasiswa Papua dalam Gerakan Sosial dan Politik." Jurnal Analisis Sosial, 22(1).

Taufiq, M. (2025). "Koalisi Perjuangan Advokasi Antara Greenpeace dan Pemuda Adat Papua Atas Posisi Subordinat Masyarakat Adat Awyu." Jurnal Pena Wimaya, 8(1).

Warami, Hugo. (2023). "Otonomi Khusus Noken Papua dalam Bingkai Ketatanegaraan Indonesia." Jurnal Assyifa, 5(2).

Bnte, M., & Thuy, T. M. (Eds.). (2022). Comparative Politics of Southeast Asia: An Introduction to Governments and Political Regimes. Routledge.

Dahl, Robert A. (1985). Dilema Demokrasi Pluralis: Antara Otonomi dan Kontrol. (Terj. Sahat Simamora). Jakarta: Rajawali Pers.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.