Hadis dan Sunnah (Tinjauan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis)

Author


Muhammad Furkan(1Mail), Nurahdillah Morra Bilu(2), La Ode Ismail Ahmad(3), Subehan Khalik(4),
(1) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
(2) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
(3) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
(4) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 441KB]  Language: en
Available online: 2025-07-13  |  Published : 2025-07-13
Copyright (c) 2025 Muhammad Furkan, Nurahdillah Morra Bilu, La Ode Ismail Ahmad, Subehan Khalik
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 121 times PDF Downloaded: 148 times

Abstract


Hadis merupakan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir (pengakuan) atau sifat. Sunnah menurut ulama hadis ialah segala sesuatu yang datang dari Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, pengakuan, sifat baik, sifat fisik atau perangai (akhlak), dan atau sejarah, baik sebelum diangkat menjadi Rasul. Kata hadis dan sunnah sering kali disamakan atau memiliki makna yang sama, tetapi adapula yang membedakan makna keduanya. Sehingga, sangat diperlukan pemahaman terkait hadis dan sunnah dalam aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif dan metode kajian library research (pustaka). Teknik pengambilan data yang dilakukan peneliti yakni dengan data-data yangdikumpulkan dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan lain-lain yang relevan dengan tema penelitian. Setelah itu, data yang telah terkumpul kemudian dianalisis oleh peneliti dan memberikan penjelasan secukupnya dengan tujuan memperkuat hasil penelitian. Dengan demikian, mengetahui hadis atau sunnah dari aspek ontologis (pengertian dan sinonim hadis dan sunnah), epistemologis (unsur dan klasifikasi hadis dan sunnah) dan aksiologis (otoritas Nabi Muhammad dan fungsi hadis terhadap al-Qur’an) tersebut, diharapkan agar nantinya tidak menimbulkan kekeliruan atau kesalapahaman terkait hadis atau

Keywords


Hadits, Sunnah, Ontologi, Epistemologi, Aksiolog.

References


Al-Maliki al-Hasani, Muhammad bin ‘Alawi. Al-Manhal al-Latif fi Ushul al-Ḥadîs al-Sharîf (t.t.: t.p., 1999).

Al-Qasimi, Muhammad Jamaluddin. Qawa‘id al-Tahdîs min Funûn Musthalah al-Ḥadîs (Beirut: Dar al-Kutub al-Islami, t.th).

Al-Thahan, Mahmud. Tafsir Musthalahul al-Ḥadîs (Surabaya: Syarikat Bhulugul Indah, 1998).

Al-Thahhan, Mahmud. Tafsur Musthalah al-Ḥadîs (Riyadh: Maktabah al-Ma‘arif, 1987).

Amin, Kamaruddin. Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Ḥadîs (Bandung: Penerbit Hikmah, 2009).

Ash-Shiddiqiey, Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ḥadîs (Jakarta: Bulan Bintang, 1954).

Azami, M. M. Ḥadîs Nabawi (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1994).

Dawud, Muhammad Ali. ‘Ulûm al-Qur’ân wa al-Ḥadîs (t.t.: t.p., 1984).

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 2002).

Hafid, Erwin. Ḥadîs Nabi Menurut Perspektif Muhammad al-Ghazali dan Yusuf Qardhawi (Makassar: Alauddin Press, 2011).

Ilyas, Abustani dan La Ode Islami Ahmad. Studi Ḥadîs: Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi (Makassar: Alauddin Press, 2011).

Ismail, M. Syuhudi. Pengantar Ilmu Ḥadîs (Bandung: Penerbit Angkasa, 1987).

Khon, Abdul Majid. Ulûmul Ḥadîs (Jakarta: Amzah, 2009).

Mudasir. Ilmu Ḥadîs (Bandung: Pustaka Setia, 2008).

Rowad, Muhammad Ali. ‘Ulûm al-Qur’ân wa al-Ḥadîs (Oman: Dar al-Basyiah, 1984).

Saputra, Munzier. Ilmu Ḥadîs (Jakarta: Rajawali Pers, 2010).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.