Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Sikap Sopan Santun pada Remaja di Masyarakat Desa Tulungrejo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar

Author


Raviva Anggraeny(1), Raden Roro Nanik Setyowati(2Mail),
(1) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
(2) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 417KB]  Language: en
Available online: 2025-07-09  |  Published : 2025-07-09
Copyright (c) 2025 Raden Roro Nanik Setyowati, Raviva Anggraeny
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 90 times PDF Downloaded: 40 times

Abstract


This research aims to describe the role of parents in cultivating courtesy attitudes among adolescents and to explain the steps taken in the process of teaching manners within the community of Tulungrejo Village, Gedog Urban Village, Sanan Wetan District, Blitar City. The background of this research stems from the phenomenon of declining courtesy attitudes among adolescents, influenced by modernization and globalization, particularly within communities that have gradually accepted changes in social values. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with several parents who have adolescent children. The results of the research show that parents play an essential role in shaping courtesy attitudes among adolescents, acting as educators, role models, supervisors, counselors, and communicators. Parents also set examples by encouraging polite expressions, such as saying “please,” “sorry,” and “thank you,” monitoring their children’s social interactions and use of social media, and involving them in community social activities. The analysis uses Talcott Parsons’ structural functional theory, especially the four AGIL functions (Adaptation, Goal Attainment, Integration, and Latency), to explore how the family system helps maintain adolescents’ courtesy values amidst the challenges of modern times. In conclusion, the family has a significant contribution in instilling manners and courtesy, and the success of shaping adolescent character is highly determined by active parental involvement from an early age.

Keywords


Role of Parents, Courtesy, Adolescents, Talcott Parsons’ Theory.

References


Amaruddin, H., Atmaja, H. T., & Khafid, M. (2020). Peran Keluarga dan Media Sosial Dalam Pembentukan Karakter Santun Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1).

Emzir. 2012. Metodologi penelitian pendidikan kuantitatif dan kualitatif. Bandung: Rajagrafindo Persada

Hasyim, W.(2014) Pola Pengembangan Nilai-Nilai Karakter melalui Kultur Sekolah di SMA. Jurnal Kajian Moral Kewarganegaraan 1 (2) 31-45.

Hurlock, E. 2003. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Kobandaha, I. M. (2019). Keluarga sebagai Basis Pendidikan Karakter. Irfani (e-Journal), 15(1), 81-92.

Ligina, dkk. 2018. Peran Orang Tua dalam Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Bandung. E-Journal UMM: Volume 9, No.2, Hal 109-118

Prasetya, A., Nurdin, M. F., & Gunawan, W. (2021). Perubahan sosial masyarakat dalam perspektif sosiologi talcott parsons di era new normal. Sosietas, 11 (1), 929-939.

Purba, A. I. (2022). Pandangan Orang Tua Terhadap Pentingnya Tata Krama, Budaya dan Minat Belajar Anak. Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies, 3(1), 1-13.

Purwasih, W. (2021). Peran keluarga dalam pendidikan karakter era new normal. KoPeN: Konferensi Pendidikan Nasional, 3(1), 281-289.

Sulistiawati, A., & Nasution, K. (2022). Upaya penanaman pendidikan karakter di sekolah dasar telaah pendekatan struktural fungsional talcott parsons. Jurnal Papeda, 4(1).

Setyowati, R. N. (2014). Perbedaan Perilaku Antisosial Remaja Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua Di SMP Negeri 4 Bojonegoro. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2(1), 174-189.

Santika, I. G. N., Kartika, I. M., & Wahyuni, N. W. R. (2019). Pendidikan Karakter: Studi Kasus Peranan Keluarga Terhadap Pembentukan Karakter Anak Ibu Sunah Di Tanjung Benoa. Widya Accarya. 10 (1), 54-66.

Saputri, M. E., & Moordiningsih, M. (2016). Pembentukan konsep diri remaja pada keluarga jawa yang bergama islam. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(2), 261-268.

Sulistiawati, A., & Nasution, K. (2022). Upaya penanaman pendidikan karakter di sekolah dasar telaah pendekatan struktural fungsional talcott parsons. Jurnal Papeda, 4(1).

Vona, A., & Aviory, K. (2020). Peran pola asuh orang tua dalam membentuk konsep diri pada anak. Jurnal Psikologi TALENTA, 6(1), 50.

Toriyono, M. D., Sibilana, A. R., & Setyawan, B. W. (2022). Urgensi pendidikan multikultural dalam pengembangan karakter di era Society 5.0 pada perguruan tinggi. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 12(2), 127-140.

Wahyudi, D., & Arsana, I. M. (2014). Peran Keluarga dalam Membina Sopan Santun Anak di Desa Galis Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2(1), 290-304.

Widianto, E. (2015). Peran Orangtua dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dalam Keluarga. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan dan

Widyanti, Y. E., & Jatiningsih, O. (2023). Peran Orang Tua dalam Mencegah Pergaulan Bebas Anaknya Desa Sudimoro Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 11(1), 32-48.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.