Analisis Stunting Terhadap Status Kesehatan di Kota Serang

Author


Ananda Hasya Putri(1Mail), Sandra Aura Ramandhani(2), Nurmah Nurmah(3),
(1) Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah UIN SMH Banten,
(2) ,
(3) ,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 280KB]  Language: id
Available online: 2025-06-28  |  Published : 2025-06-28
Copyright (c) 2025 Ananda Hasya Putri, Sandra Aura Ramandhani, Nurmah Nurmah
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 53 times PDF Downloaded: 43 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi stunting di Kota Serang pada tahun 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting merupakan permasalahan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga melibatkan faktor sosial, ekonomi, budaya, serta kelemahan dalam sistem layanan kesehatan dan koordinasi antar lembaga. Sebaran kasus yang tidak merata, rendahnya literasi gizi masyarakat, minimnya kapasitas kader posyandu, dan kurangnya edukasi sejak masa kehamilan menjadi penyebab utama stagnasi angka stunting. Selain itu, distribusi bantuan gizi yang tidak tepat sasaran dan lemahnya pemantauan pasca intervensi juga memperburuk situasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor, penguatan sistem data mikro, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam program pencegahan stunting secara berkelanjutan

Keywords


Stunting, Kota Serang, kesehatan masyarakat, intervensi gizi, pemberdayaan kader

References


BantenIntens.co.id. (2025, April 22). Angka Stunting Kota Serang Tercatat 1.093 Kasus Awal 2025. Diakses pada 28 Juni 2025 dari https://www.bantenintens.co.id/berita/angka-stunting-kota-serang-tercatat-1093-kasus-awal-2025

Dinas Kesehatan Kota Serang. (2025). Laporan Tahunan Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2025. Kota Serang: Pemerintah Kota Serang. (Tersedia melalui dokumen internal/laporan instansi)

Saputri, U. A., Pangestuti, D. R., & Rahfiludin, M. Z. (2021). Pengetahuan gizi dan pola asuh ibu sebagai faktor risiko stunting usia 6–24 bulan di daerah pertanian. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(6), 433–442.

Ramadhan, D., Lubis, R. A., & Suherni, Y. (2024). Hubungan stunting dengan pengetahuan ibu dan asuhan gizi di Aceh, Indonesia. Amerta Nutrition, 8(4), 513–518

Supadmi, S., Sri Dahrianti, & Adam, M. (2024). Edukasi dan pelatihan intensif bagi kader posyandu: Meningkatkan kemampuan deteksi & pencegahan stunting. Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 77–84.

Ginna, M., & Siska, W. (2019). Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah stunting di Desa Cipacing, Jatinangor. Jurnal Abdimas Polsaka, 3(2), 154–159.

Unisba Research Team. (2018). Peningkatan kapasitas kader posyandu: Cegah stunting dengan gizi 1000 HPK. Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 7(2), 131–139.

Dinda, P. D., Putri, A. A., & Utami, N. (2022). Literatur review hubungan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting. JIP: Jurnal Ilmiah Pamenang, 2(2), 12–19.

Purnamasari, H., Shaluhiyah, Z., & Kusumawati, A. (2020). Pelatihan kader posyandu sebagai upaya pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Margadana dan Puskesmas Tegal Selatan Kota Tegal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 432–439.

Sarilisnawati, S., Hasyim, H., & Fajar, N. A. (2022). Analisis hubungan karakteristik ibu, pengetahuan, dan sosial budaya dengan kejadian stunting di Kecamatan Jambi Timur tahun 2022. Jurnal Kesehatan Prima Nusantara, 13(Suppl.1).

Azizan, F. N., et al. (2023). Pelatihan kader posyandu untuk meningkatkan keterampilan pengukuran antropometri dan penilaian status stunting di Pandeglang. Jurnal Gizi Dietetik, 2(1), 53–58.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.