Author
Zimon Pereiz(1), Zahrotun Nafisah(2), Sudarman Rahman(3), Meiyanti Ratna Kumalasari(4
(1) Universitas Palangka Raya, Indonesia
(2) Universitas Palangka Raya, Indonesia
(3) Universitas Palangka Raya, Indonesia
(4) Universitas Palangka Raya, Indonesia
| Article Analytic |
Available online: 2023-09-15 | Published : 2023-09-15
Copyright (c) 2023 Zimon Pereiz, Zahrotun Nafisah, Sudarman Rahman, Meiyanti Ratna Kumalasari
Article can trace at:
Article Metrics
Abstract Views: 757 times
PDF Downloaded: 616 times
Abstract
Biogas merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang terbaharukan dan dapat diterapkan kepada masyarakat sebagai bentuk efisiensi penggunaan bahan bakar minyak ataupun gas dalam keperluan rumah tangga. Bahan bakunya diambil dari bahan yang mudah didapat dan sudah tidak dapat dipakai lagi, tetapi dapat di recycle menjadi biogas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dalam industri tempe yang berkembang di masyarakat terdapat limbah cair yang biasanya tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja dilingkungan yang kemudian dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan. Padahal sebagian besar kandungan dalam limbah cair tempe dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Kelurahan Habaring Hurung, memiliki sebuah industry rumah tangga pembuatan tempe yang menghasilkan limbah cair dengan kuantitas yang cukup berlimpah, maka berpotensi sebagai penghasil biogas. Pelatihan pembuatan biogas di kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, ini bertujuan memberikan bekal kepada masyarakat, tentang pemanfaatan limbah cair tempe menjadi biogas. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan gambaran berupa metode pembuatan biogas, bahannya yang berasal dari limbah cair tempe, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar. Metode pelaksanaan terbagi dalam beberapa tahapan diantaranya persiapan yang meliputi menerbitkan surat tugas dan identifikasi masalah, wawancara yang meliputi survei kondisi lingkungan dan pemaparan rencana kepada mitra, perakitan reactor yang meliputi pengumpulan alat dan perakitan biogas digester, diakhiri dengan penyerahan biogas digester kepada pemilik industri tempe. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah warga masyarakat Kelurahan Habaring Hurung semakin memiliki wawasan yang terbuka untuk mengolah limbah cair tempe menjadi biogas, sehingga keberadaan limbah cair tempe yang awalnya mencemari lingkungan sekitar industri saat ini menjadi sebuah potensi energi terbaharukan yang mudah untuk dikembangkan.
Keywords
References
Abdila, A. Y., Triasih, D., & Maulida, Q. (2020). Dampak Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Pembuatan Biogas Untuk Meningkatkan Perekonomian Di Desa Glagahagung. In Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) (Vol. 6, No. 3, pp. 188-194).
Achmad, N. (2018). Analisa Kapasitas dan Tekanan Biogas pada Digester Volume 12 M3 di Kelompok Peternak Sapi di Desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Senadimas.
Anonim. (2023). Earth Science Communications Team, “Methane,” Sep. 14, 2023. https://climate.nasa.gov/vital-signs/methane/ (accessed Sep. 19, 2023).
Hendrasarie, N., & Mahendra, D. E. (2020). Pemanfaatan sampah sayur dari pasar tradisional untuk produksi bioetanol. Jurnal Serambi Engineering, 5(3).
Herawati, D. A., Pujiastuti, P., & Sujarwo, W. A. A. (2019). Pemanfaatan Limbah Cair Tahu sebagai Upaya Sanitasi Lingkungan di Sekitar UKM Tahu Tempe Daerah Krajan Kalurahan Mojosongo Kecamatan Jebres. Dimas Budi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Setia Budi, 3(1), 41-46.
Hidayat, M. R. (2012). Biogas Production from Tofu Industrial Wastewater with Effective Microorganisms 4 (EM-4) as Biocatalyst. Biopropal Industri, 3(1).
Iriani, P., & Heryadi, A. (2014). Pemurnian Biogas Melalui Kolom Beradsorben Karbon Aktif. Sigma-Mu, 6(2), 36-42.
Makmun, L., & Sarto, S. (2017). Emisi gas metana dan karbon dioksida pada proses pengolahan limbah cair kelapa sawit. Berita Kedokteran Masyarakat, 34(3), 107-114.
Muharja, M., Darmayanti, R. F., Putri, D. K. Y., & Rahmawati, A. (2023). Pemanfaatan Sampah Organik untuk Produksi Biogas di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember dengan Melibatkan Narapidana. Sewagati, 7(1), 98-105.
Nisaa, A. K. (2018). Degradasi Limbah Cair Industri Tempe Menggunakan Granul Fotokatalis TiO2-N-Bentonit/Alginat (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Novenda IL, Pujiastuti, Nugroho SA. (2017). Pemanfaatan Limbah Cair Singkong dan Industri Tempe Kedelai sebagai Alternatif Pupuk Organik Cair. Jurnal Pancaran Pendidikan. 6 (1. Jurnal Al-Ikhlas): 107-118.
Nurhayati, I., Asmoro, P., & Sugito, S. (2011). Pengolahan Air Limbah Pabrik Tempe Dengan Biofilter. Waktu: Jurnal Teknik UNIPA, 9(2), 1-5.
Prihatiningtyas, S., Sholihah, F. N., & Nugroho, M. W. (2019). Pemberdayaan Karang Taruna Dalam Pembuatan Biogas Limbah Cair Tahu Sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan Di Dusun Bapang Sumbermulyo Jombang, 5(1), 56-68.
Sudaryati, N. L. G., Kasa, I. W., Suyasa, B., & Wayan, I. (2007). Pemanfaatan sedimen perairan tercemar sebagai bahan lumpur aktif dalam pengolahan limbah cair industri tahu. Ecotrophic, 3(1), 388892.
Supinah, P., Setiawan, W. F., & Mulya, S. P. (2020). Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Tempe Sebagai Pupuk Organik Cair untuk Pengelolaan Berkelanjutan di Desa Kuripan Kertoharjo. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM), 2(4), 642-646.
Wagiman. (2007). Identifikasi Potensi Produksi Biogas dari Limbah Cair Tahu dengan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB). Bioteknologi, 4(2): 41-45.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




