Author
Danialsyah Danialsyah(1
(1) Program Studi Ilmu Hukum, Universitas islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia,
(2) Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Medan, Indonesia,
(3) Program Studi Ilmu Hukum, Universitas islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia,
(4) Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia,
(5) Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muslimin Nusantara-alwasliyah, Medan, Indonesia,
| Article Analytic |
Available online: 2026-10-22 | Published : 2026-10-22
Copyright (c) 2026 Danialsyah Danialsyah, Winta Hayati, Agus Armaini Ry, Teuku Daudsyah, Muhammad Rum Lubis
Article can trace at:
Article Metrics
Abstract Views: 0 times
PDF Downloaded: 0 times
Abstract
Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) generally conduct transactions with suppliers, buyers, and business partners based on verbal agreements and mutual trust, making them vulnerable to civil disputes when one party fails to fulfill its obligations. This community service program aimed to strengthen contractual legal literacy among MSME owners in Medan Amplas District, Medan City. The program was conducted on July 10, 2026, by three speakers comprising civil law lecturers and legal practitioners, and was attended by 30 MSME owners (11 men and 19 women, all over 40 years of age) who served as sellers, buyers, suppliers, and business owners. The materials covered the legal requirements and principles of contracts, the evidentiary value of verbal and written agreements, essential clauses in business contracts, breach of contract, and dispute resolution mechanisms. The program's effectiveness was measured using a pre-test and post-test consisting of 15 questions. The participants' average scores increased from 36.22 to 96.44, with an average N-gain of 0.94 (high category). The Wilcoxon test indicated a statistically significant improvement (Z = −4.842; p < 0.001). Following the legal counseling session, all participants achieved the good-understanding category, whereas 27 participants had previously been classified in the low-understanding category. These findings demonstrate that contextualized legal counseling on contracts is effective in equipping MSME owners with the knowledge needed to prevent disputes from the initial stage of agreement formation.
Keywords
References
Asan, A., Rachman, A., Damayanti, W. D., & Wicaksono, S. (2025). Penyuluhan hukum tentang peran hukum dalam penyelesaian sengketa bisnis di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto. Jurnal Abdi Masyarakat, 8(2), 503–507. https://doi.org/10.30737/jaim.v8i2.6707
Cerelia, L. (2023). Perlindungan hukum bagi penjual terhadap wanprestasi oleh pembeli dalam transaksi jual beli bahan bakar minyak dengan perjanjian secara lisan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Samarinda Nomor 2/Pdt.G.S.2021.PN.Smr.). NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(1), 233–240. https://doi.org/10.31604/jips.v10i1.2023.233-240
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Hasyim, H., Panjaitan, D., Sitinjak, P., & Sinaga, V. (2025). Analisis perlindungan hukum terhadap kontrak bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor grosir. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 16766–16769. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.28419
Humaira, S., Sativa, A., Siregar, A. M., Zahrah, A., & Nasution, K. (2026). Implementasi akad wakalah bil ujrah, jual beli, dan perlindungan merek UMKM Nagori Bangun Simalungun. KADARKUM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 228–238. https://doi.org/10.26623/4pcd6x30
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesië), Staatsblad 1847 Nomor 23.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana.
Muhammad, F. (2022). Perlindungan hukum terhadap petani kelapa sawit apabila dalam perjanjian jual beli secara lisan terjadi wanprestasi. Jurnal Notarius, 1(1).
Octavia, E. (2026). Ganti rugi sebagai akibat wanprestasi berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 13(1), 19–23. https://doi.org/10.31604/jips.v13i1.2026.19-23
Ramadhan, M. F., & Rasji, R. (2023). Legalitas kontrak perjanjian dalam transaksi elektronik. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(1), 262–271. https://doi.org/10.31604/jips.v10i1.2023.262-271
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Sani Pratiwi, A., Pujiastuti, E., & Arifin, Z. (2024). Implikasi bentuk perjanjian kerja terhadap perlindungan hukum bagi pekerja pada usaha mikro dan kecil. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1897–1910. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.11030
Setyaji, H. G., Aziz, H., & Rahmaddani, I. (2024). Penerapan penyelesaian wanprestasi melalui gugatan sederhana menurut Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 tentang tata cara penyelesaian gugatan sederhana di pengadilan (Studi kasus putusan Nomor 3/Pdt.G.S/2021/PN Srl). Jurnal Pemandhu, 5(2), 1–16.
Sudjana, U. (2022). Perlindungan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah melalui pola kemitraan, keagenan dan distribusi dalam perspektif hukum perjanjian. Jurnal Ilmiah Hukum DE’JURE: Kajian Ilmiah Hukum, 4(2), 346–364. https://doi.org/10.35706/dejure.v4i2.6462
Syidik, M. Z. R., & Jaelani, E. (2023). Perlindungan hukum terhadap para pihak yang menggunakan kontrak elektronik. Jurnal Hukum Positum, 7(2), 248–269. https://doi.org/10.35706/positum.v7i2.7905
Triswulandari, A. N., Pribadi, D. S., & Utomo, S. (2023). Tinjauan yuridis meninjau perjanjian kemitraan antara Alfamidi dan UMKM di Kota Balikpapan. Humani (Hukum dan Masyarakat Madani), 13(2), 262–282. https://doi.org/10.26623/humani.v13i2.7388
Refbacks
- There are currently no refbacks.




