Author
Zeny Marliza(1
(1) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(2) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(3) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(4) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(5) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(6) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(7) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(8) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(9) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(10) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(11) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
(12) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
| Article Analytic |
Available online: 2025-12-27 | Published : 2025-12-27
Copyright (c) 2025 Zeny Marliza, Rayhanun Sholehah
Article can trace at:
Article Metrics
Abstract Views: 22 times
PDF Downloaded: 27 times
Abstract
Pancasila, as the foundation of the state and the worldview of the Indonesian nation, provides moral guidance for all societal activities, including efforts to maintain health and prevent sexual violence. The values embodied in Pancasila must be realized concretely in daily life so that they do not remain merely ideal concepts, but truly shape the character of the nation. One important form of implementation is the cultivation of awareness regarding physical health, mental health, and self-protection from sexual violence from an early age. This is in line with the second principle, Just and Civilized Humanity, which emphasizes respect for human dignity, and the fifth principle, Social Justice for All Indonesian People, which mandates the fulfillment of safety and well-being for all citizens. In this Pancasila actualization activity, we provided education on the importance of maintaining reproductive health, understanding bodily boundaries, recognizing behaviors that may constitute sexual violence, and identifying the appropriate steps to report incidents either as victims or witnesses. The material was delivered through interactive methods, educational games, and light discussions to ensure it was easily understood by participants. This program aims to enhance awareness and courage within the community, particularly among adolescents, to protect themselves, maintain their health, and apply Pancasila values in addressing issues of sexual violence in their surrounding environment.
Keywords
References
Amanda, C., & Adhari, A. (2024). Pentingnya pendidikan seksualitas dalam mencegah kekerasan seksual terhadap perempuan. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(1), 677-686.
Asmawulan, T., Budi Hastuti, I., Katoningsih, S., & Muna, N. (2024). Pendidikan seks perspektif Islam sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual di PAUD. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 12031212.
Azizah, N., & Widigdo, A. M. (2022). Urgensi pendidikan seksualitas bagi remaja sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 1340-1348.
Dewi, R., & Bakhtiar, N. (2020). Urgensi pendidikan seksual dalam pembelajaran bagi siswa MI/SD untuk mengatasi penyimpangan seksual. Instructional Development Journal, 3(2), 128-138.
Hasanah, E. N., Nuzuliana, R., & Wijhati, E. R. (2021). Determinasi literasi kesehatan reproduksi pada siswi di SMP N 10 Fajar Harapan Kota Banda Aceh. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 12(1), 1-10.
Hidayati, N. (2020). Perlindungan anak dari kekerasan seksual dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(2), 150-175.
Indonesian Judicial Research Society. (2022). Data dan fakta kekerasan seksual di Indonesia 2021. IJRS. https://ijrs.or.id/publikasi-ijrs/data-dan-fakta-kekerasan-seksual-di-indonesia-2021/
Kaelan. (2018). Pendidikan Pancasila. Paradigma.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025). SIMFONI-PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak). https://simfoni-ppa.kemenpppa.go.id/
Lestari, S. (2021). Peran sekolah dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 10(1), 45-55.
Munawaroh, S., Wijaya, A. P., Nafis, I., Patricia, I., Widiyanti, R. P., Ardiansyah, F., & Fauziah, M. (2024). Pentingnya penerapan sex education dalam upaya pencegahan pelecehan seksual terhadap anak sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 8(1), 747-761.
Nurgiansah, T. H. (2021). Pendidikan Pancasila sebagai upaya membentuk karakter jujur dan disiplin pada siswa. Jurnal Kewarganegaraan, 18(1), 10-18.
Panjtaningsih, S. R. (2017, Juni 20). Sekolah punya peranan penting cegah kekerasan seksual anak. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-3536875/sekolah-punya-peranan-penting-cegah-kekerasan-seksual-anak
Prasetyo, D., & Marzuki, M. (2019). Pembinaan karakter kemanusiaan yang adil dan beradab melalui budaya sekolah. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(2), 128-139.
Pratiwi, M. L. E., Nuzuliana, R., & Wijhati, E. R. (2020). Strategi literasi kesehatan reproduksi remaja di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Exalta MAN 1 Yogyakarta. Media Ilmu Kesehatan, 9(1), 1-10.
Randi, M. S., Maulida, R., Khairani, A., Rafif, Z., & Jannah, R. (2024). Pembentukan karakter beradab melalui pendidikan kewarganegaraan: Implementasi sila kedua Pancasila. Journal of Education Technology and Civic Literacy (JET CIVIL), 1(1), 1-10.
Rodiyah, N. M. (2024). Implementasi kebijakan Menteri Agama dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di asrama santri Bilqolam. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 8(1), 21-33.
Sari, R. P., & Nuzuliana, R. (2022). Efektivitas media edukasi dalam peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi santri di pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 12-19.
Septiani, R., & Syifa, L. (2021). Pemahaman siswa mengenai kekerasan seksual dan upaya preventif di lingkungan madrasah. Indonesian Journal of School Counseling, 6(3), 112-120.
Wiyono, B. S. (2023). Integrasi nilai-nilai Pancasila dan pendidikan agama dalam pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 201-215.
Refbacks
- There are currently no refbacks.




