Upaya Pencegahan Stunting Dalam Upaya Mempersiapkan Generasi Yang Sehat dan Kuat Serta Pemeriksaan Ibu Hamil

Author


Rika R(1Mail), Isnaeny I(2), Hijrawati H(3),
(1) Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa,
(2) Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa,
(3) Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 287KB]  Language: en
Available online: 2024-07-08  |  Published : 2024-07-08
Copyright (c) 2024 Rika R, Isnaeny I, Hijrawati H
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 159 times PDF Downloaded: 131 times

Abstract


Stunting merupakan salah satu bentuk kegagalan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis. Sepertiga anak usia di bawah lima tahun di Indonesia memiliki tinggi badan di bawah rata-rata. Jumlah anak stunting di Indonesia menempati urutan kelima dunia. Untuk mencapai target penurunan angka stunting membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Stunting selain bereziko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Faktor penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi, kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan. Selain itu masyarakat belum menyadari anak stunting sebagai suatu masalah, karena anak stunting ditengah-tengah masyarakat terlihat sebagai anak dengan aktivitas yang normal. Dengan melihat permasalahan mitra ini, maka program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat agar dapat mencegah dan mengatasi masalah stunting. Hasil yang dicapai pada kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini, yaitu, peserta memiliki pengetahuan tentang: (a) pengertian stunting dan ciri-cirinya; (b)penyebab terjadinya stunting; (c) dampak stunting; (d) cara mencegah dan mengatasi stunting; dan (e) cara meningkatkan kualitas pelayanan gizi pada anak..serta selain itu di lakukan pemeriksaan ibu hamil di Wilayah Desa Parangbaddo Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaen Takalar.


Keywords


Pencegahan Stunting, Generasi Sehat Dan Kuat

References


Aridiyah FO, Rohmawati N, Ririanty. M. 2015. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak Bajita di wilayah pedesaan dan perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehat. Vol.3, Edisi 1:163

Izwardy, Doddy. 2019. Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Stunting di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementrian Desa. (2017). Buku Saku Stunting Desa Dalam Penanganan Stunting.Jakarta.

Mustamin, dkk, 2018, Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Bajita Di Provinsi Sulawesi Selatan, Media Gizi Pangan, Vol. 25, Edisi

Muslimin. B, Abdul Gafur, Muh. Azwan, Dian Meiliani Yulis. 2020. Pengetahuan Ibu Belita Dalam Pengendalian Stunting Di Sulawesi Selatan. UNM Environmental Journal. Vol. 3, Edisi 2: 60-80 Sekwapres. 2018. Stranas Percepatan Pencegahan Anak Kerdil tahun 2018-2024, Jakarta

TNP2K. 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Penanganan Anak Kerdil (Stunting). Pertama. (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, ed.). Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.