Pendampingan Revitalisasi Makam Tokoh Tionghoa Sebagai Aset Pengembangan Potensi Wisata Sejarah, Budaya dan Spritual di Kawasan Kota Tua Padang

Author


Erniwati Erniwati(1Mail), Yelda Syafrina(2), Hendra Naldi(3), Opianto Opianto(4), Hendra Naldi(5), Zulfa Saumia(6),
(1) Universitas Negeri Padang, Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang, Indonesia
(3) Universitas Negeri Padang, Indonesia
(4) Universitas Negeri Padang, Indonesia
(5) Universitas Negeri Padang, Indonesia
(6) Universitas Jambi, Indonesia

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 267KB]  Language: id
Available online: 2023-11-25  |  Published : 2023-11-25
Copyright (c) 2023 Erniwati Erniwati, Yelda Syafrina, Hendra Naldi, Opianto Opianto, Hendra Naldi, Zulfa Saumia
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 144 times PDF Downloaded: 149 times

Abstract


Pendampingan dimaksud sebagai proses perubahan kreatif yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk proses inisiatif dan bentuk tindakan untuk menjadi lebih baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi proses revitalisasi makam tokoh tionghoa melalui kegiatan eksplorasi potensi Sejarah untuk tujuan pengembangan sebagai objek wisata sejarah, budaya dan spiritual kota tua Padang. Tokoh tionghoa Siauw Beng Tjoan merupakan salah satu tokoh pendiri dan komisaris organisasi pada organisasi Tiong Hoa Hwe Koan Padang di awal abad ke-20. Kebesaran tokoh ini semasa hidup terlihat dari makam yang dibuat dengan bong pay kuburan dan fasilitas makam yang cukup lengkap dan luas.  Lokasi makam yang berada di pinggir jalan di seberang sungai Batang Arau menyuguhkan pemandangan kota, berpatokan kepada fengshui dan menghadap sungai. Saat ini makam berada di bawah pengelolaan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang dan sedang direvitalisasi sebagai salah satu warisan cagar budaya di kawasan Kota Tua Padang. Revitalisasi makam ini menjadi langkah awal untuk upaya serupa bagi makam tokoh-tokoh Tionghoa lainnya yang tersebar di sekitar kawasan pegunungan di kota tua padang dan dalam proses pengembangan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya spiritual.  


Keywords


Pendampingan; eksplorasi makam tokoh tionghoa; potensi wisata; sejarah, budaya dan spiritual; Kota Tua Padang

References


Aan nierziekte overleden. (1939, January 30). De Sumatra Post.

Anggara, B., Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kampus Bina Widya Jl Soebrantas Km, J. H., Baru, S., & Pekanbaru -Riau, P. (2019). RITUAL KEMATIAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA PEKANBARU. In JOM FISIP (Vol. 6).

Billington, R. D. , Carter, N., & Kayamba, L. (2008). The Practical Application Of Sustainable Tourism Development Principles: A Case Study Of Creating Innovative Place-Making Tourism Strategies. Tourism and Hospitality Research, 8(1), 37–43.

Gan Hok Tjun (Rudyanto Gani). (2005). Silsilah keluarga besar Ang Eng Lay & Lie Sioe Yam Nio.

Geldloterij. (1912, July 31). Sumatra Bode.

S., Masruroh, Y., Haryono, B., & Demartoto, A. (2015). PEMAKNAAN BONG PAY PADA WARGA KETURUNAN TIONGHOA. Jurnal Analisa Sosiologi (Vol. 4, Issue 1).

Statuten Reglement Besar Tiong Hoa Hwe Koan Padang, Pub. L. No. 36 (1907).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.