Analisa Kinerja Campuran Optimum Lapis Aus (Ac-Wc) untuk Perkerasan Runway Bandara Menggunakan Aspal Pg 76

Author


Andi Rahmadani Suryanto(1Mail), Irfan Zhain(2), Yogie Risdianto(3),
(1) Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya,
(2) Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya,
(3) Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 577KB]  Language: en
Available online: 2026-09-10  |  Published : 2026-09-10
Copyright (c) 2026 Andi Rahmadani Suryanto, Irfan Zhain, Yogie Risdianto
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 0 times PDF Downloaded: 0 times

Abstract


Air transportation in Indonesia is experiencing rapid growth. According to Statistics Indonesia (BPS), there was an increase of 5.5 million domestic passengers and 1.84 million international passengers during the period from December 2024 to 2025. This surge in passenger volume and the rapid growth of air transport must be supported by robust airport infrastructure, particularly runway pavement that accommodates aircraft take-off and landing operations to guarantee safe and comfortable travel. This study aims to analyze the performance and Marshall parameter characteristics of an Asphalt Concrete – Wearing Course (AC–WC) mixture utilizing PG 76 polymer-modified asphalt binder for airport runway pavement. A laboratory experimental method was employed, with testing procedures conducted in accordance with the Decree of the Director General of Civil Aviation (KP DJPU) No. 74 of 2026. The results of the combined gradation trials indicate that Trial 3 achieved the optimum performance compared to the other trial formulations. The resulting Optimum Asphalt Content (OAC) for the AC–WC mixture was determined to be 5.70%. The material proportions utilized under the OAC condition comprised 328.2 grams of 10–15 mm aggregate fraction, 271.6 grams of 5–10 mm aggregate fraction, 520.5 grams of 0–5 mm aggregate fraction, 11.3 grams of mineral filler, and 68.4 grams of PG 76 asphalt binder.

Keywords


AC–WC, PG 76 Asphalt Binder, Runway, KP DJPU No. 74 of 2026

References


Ahya, M. S. (2022). Karakteristik Marshall pada campuran polyethylene terephthalate sebagai pengganti sebagian agregat kasar terhadap Laston lapis AC-WC [Skripsi, Universitas Tidar].

Akbar, S. J. (2013). Teknis evaluasi runway bandara menurut parameter Marshall (Bandara Malikussaleh Lhokseumawe).

Anwar, M. N. R., Akhmadali, & Sumiyattinah. (2020). Perbandingan hasil ekstraksi kadar aspal pada campuran aspal AC-BC gradasi kasar terhadap Job Mix Formula.

Arif, M. I. (2023). Karakteristik campuran aspal porus dengan limbah plastik polyethylene terephthalate (PET) sebagai bahan tambah pada aspal [Skripsi, Universitas Lampung].

Asyraf, M. S. N., Irianto, & Riswanto, S. (2025). Analisa karakteristik Marshall campuran AC-WC menggunakan agregat halus dari Kabupaten Sarmi, 109–118.

Atmaja, R. A., & Puspitasari, Y. A. (2023). Studi revitalisasi fasilitas ruang tunggu terminal penumpang domestik Bandar Udara Internasional El Tari Kupang pasca Badai Seroja. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(1), 243–259. https://doi.org/10.47467/elmal.v5i1.3512

Badan Pusat Statistik. (2026, February 2). Perkembangan transportasi Indonesia 2025 (Berita Resmi Statistik No. 14/02/Th. XXIX). Badan Pusat Statistik.

Bamher, B. G. (2020). Analisis tebal perkerasan lentur menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 pada proyek jalan baru batas kota Singaraja–Mengwitani, Buleleng [Laporan tugas akhir].

Basuki, H. (1990). Merancang dan merencana bandar udara. Penerbit Alumni.

Gunawan, I. (2024). Perhitungan pavement classification number landasan pacu untuk pesawat tipe A330-300 [Skripsi, Universitas Batanghari Jambi].

Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pustaka Ilmu.

Juananda, A. (2023). Pengaruh penambahan serat serabut kelapa pada campuran AC-BC penetrasi 60/70 terhadap karakteristik Marshall [Skripsi, Universitas Sangga Buana].

Karma, M. (2020). Sistem manajemen pemeliharaan perkerasan landasan di bandar udara. 9066, 133–146.

Karyawan, I. D. M. A. (2020). Potensi penggunaan agregat buatan berbahan limbah batu bara dalam campuran aspal beton untuk mengurangi rubber deposit pada permukaan runway [Tesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember].

Kurnia, R. (2016). Perbandingan kepadatan Marshall dan kepadatan mutlak (PRD) pada campuran beraspal. Potensi: Jurnal Sipil Politeknik, 18(2), 97–104. https://doi.org/10.35313/potensi.v18i2.536

Mahyuddin, Rangan, P. R., Nur, N. K., Halim, H., Tumpu, M., Sudirman, Sugiyanto, G., Lapian, F. E. P., & Katjo, S. (2021). Perancangan bandar udara. Yayasan Kita Menulis.

Masherni, Surandono, A., & Saputra, A. A. (2020). Analisis perencanaan pelaksanaan pekerjaan perkerasan kaku/rigid pavement ruas Padang Ratu–Kalirejo (Link.032) STA. 0+000 s/d 0+685 KM Kabupaten Lampung Tengah. TAPAK: Teknologi Aplikasi Konstruksi: Jurnal Program Studi Teknik Sipil, 9(2).

Mukhlis, Lusyana, Suardi, E., & Adibroto, F. (2019). Analisis kinerja indeks kekuatan sisa (IKS) campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan proses penghamparan sehingga mudah. Jurnal Fondasi, 8(1), 70–76.

Nabilla. (2024). Pengaruh penambahan polimer reaktif Elvaloy dan asam polifosfat terhadap sifat fisik aspal Pertamina [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah].

Nurokhman, Suryanto, & Tsany, A. R. (2022). Studi kadar aspal, kepadatan dan tebal lapisan Laston AC-BC hasil coredrill pada ruas Jalan KSPN Borobudur. CivETech, 4(2), 53–64. https://doi.org/10.47200/civetech.v4i2.1303

Pakan, W. (2014). Faktor penyebab kecelakaan penerbangan di landas pacu. Warta Penelitian Perhubungan, 26(3), 169. https://doi.org/10.25104/warlit.v26i3.879

Purnama, R. A. (2021). Kinerja campuran beraspal dengan menggunakan aspal Starbit E-55 dan aspal PG 76 FR berdasarkan gradasi Asphalt Concrete (AC) bandar udara.

Putra, M. T., Destania, H. R., & Febryandi, F. (2023). Analisis karakteristik Marshall campuran aspal modifikasi pada Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) dengan penambahan serbuk ban kendaraan. Jurnal Teknik Sipil, 19(2), 335–350. https://doi.org/10.28932/jts.v19i2.5580

Putri, V. V. Y. D., Ahyudanari, E., & Rochmah, A. W. (2026). Effect of FAA and BBA aggregate gradations on the Marshall performance of asphalt concrete mixtures for airport runway applications. 5(1), 363–372.

Qadafi, M. R. (2021). Tinjauan perencanaan perkerasan lentur ruas Jalan Simpang Pasar Pariaman sampai dengan Simpang Kelling Kota Pariaman [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat].

Ra, A. R., Putra, S., Sulistyorini, R., & Herianto, D. (2022). Karakteristik uji Marshall pada campuran Split Mastic Asphalt (SMA). Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, 10(3), 465–478. https://doi.org/10.23960/jrsdd.v10i3.2704

Ramadhan, M. A. (2023). Pengaruh fluktuasi gradasi terhadap daya dukung agregat kelas A [Skripsi, Universitas Lampung].

Rifansyah, M. (2023). Pengaruh penambahan styrofoam pada campuran AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) penetrasi 60/70 terhadap karakteristik Marshall [Skripsi, Universitas Sangga Buana YPKP Bandung].

Rohman, M. F., Hasanuddin, A., & Wicaksono, L. A. (2020). Penggunaan filler arang kayu pada aspal HRS-WC dan aspal AC-WC. 10(2).

Sitepu, S. A. (2021). Strategi pelaksanaan program pemeliharaan runway di Bandar Udara Soekarno-Hatta [Tesis, Institut Teknologi Bandung].

Situmorang, A., & Pratomo, P. (2016). Variasi jumlah tumbukan terhadap uji karakteristik Marshall untuk campuran Laston (AC-BC). 4(1), 89–98.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (Ed. 19). Alfabeta.

Sukirman, S. (2024). Rekayasa bandar udara (Ed. 3). Penerbit Itenas.

Susilawati, T. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi udara pada masyarakat Kab. Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 2, 1083–1093.

Utama, D. (2006). Analisis struktur perkerasan runway, taxiway dan apron Bandar Udara Dr. F. L. Tobing menggunakan metode United States of American Practice. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 8, 81–91.

Wibowo, M. R. F., Lindawati, & Said, B. F. (2025). Konstruksi perkerasan jalan: Standar, material, dan teknik lapangan. PT Media Penerbit Indonesia.

Wijaya, I. W. A. P., Indriani, M. N., & Wirahaji, I. B. (2023). Analisis kondisi perkerasan jalan dengan metode Bina Marga dan Pavement Condition Index (PCI): Studi kasus ruas Jalan Kutapang–Maos di Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Jurnal Widya Teknik, 9(1).

Yamali, F. R. (2017). Pengaruh penambahan limbah karet ban luar pada lapis tipis aspal pasir (Latasir) terhadap karakteristik Marshall. Jurnal Media Teknik Sipil, 2.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 77 Tahun 2015 tentang Standardisasi dan Sertifikasi Fasilitas Bandar Udara. (2015).

RSNI M-01-2003 tentang metode pengujian campuran beraspal panas dengan alat Marshall. (2003).

SNI 06-2489-1991 tentang metode pengujian campuran aspal dengan alat Marshall. (1991).

Spesifikasi umum 2025 untuk pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan Bina Marga. (2025). (Pub. L. No. 07/SE/Db/2025).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.