Internalisasi Nilai Toleransi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah: Studi Kasus di SMP Negeri 12 Sidey, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat

Author


Endah Muthoharoh(1Mail), Siti Nurhaliza Koniyo(2),
(1) Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto,
(2) Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 366KB]  Language: en
Available online: 2026-07-30  |  Published : 2026-07-30
Copyright (c) 2026 Endah Muthoharoh, Siti Nurhaliza Koniyo
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 33 times PDF Downloaded: 0 times

Abstract


Indonesia is a religiously, ethnically, and culturally plural nation, which makes the cultivation of tolerance from school age a non-negotiable necessity, particularly in regions with interreligious populations such as West Papua. This study aims to describe the process of internalizing tolerance values in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMP Negeri 12 Sidey, Manokwari Regency, West Papua Province, and to identify the supporting and inhibiting factors involved. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the Principal, PAI teachers, general subject teachers, and several students, and were then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, comprising data condensation, data display, and conclusion drawing, with validity established through source triangulation. The results show that PAI teachers carried out the internalization of tolerance values through three stages consistent with Muhaimin's framework (2001): value transformation through verbal delivery and reinforcement with Qur'anic verses, value transaction through discussion and two-way interaction, and value transinternalization through exemplary conduct and daily habituation. Supporting factors include inclusive school policy, the active role of PAI teachers as role models, relevant curriculum content, and cooperation from parents and the school committee. Inhibiting factors include students' still-superficial understanding of tolerance, the diversity of students' socio-economic backgrounds, the scarcity of contextual teaching media reflecting West Papuan local wisdom, and the potential for friction among students stemming from ethnic and religious differences.

Keywords


Value Internalization, Tolerance, Islamic Religious Education

References


Alfikri, Maliki, & Kosasih, Ahmad. (2022). Implementasi nilai-nilai toleransi dalam pendidikan PAI. Jurnal Pendidikan Islam, 2(2).

Asriyanto, Muhammad, Janah, Fathul, & Setiawan, Agus. (2023). Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam penanaman nilai toleransi pada peserta didik di SMP Negeri 38 Samarinda. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 4(1).

Depdikpud. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Dokumen Tata Usaha SMP Negeri 12 Sidey. (2025). Profil sekolah, struktur organisasi, dan data siswa Tahun Ajaran 2024/2025.

Halik. (2017). Pengembangan nilai-nilai toleransi di sekolah sebagai kerangka dasar perdamaian. Jurnal Warta, Edisi Oktober 2017.

Hamid, A. (2018). Pengembangan media pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran PAI. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1).

Hartati. (2019). Implementasi penanaman nilai-nilai toleransi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMKN 1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. IAIN Palangka Raya.

Hernawati Sari, Rohman Anas, & Ahadun Ahmad. (2023). Penanaman nilai-nilai sikap toleransi dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Welahan Jepara. Tantangan dan Peluang Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi, 1(1).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam pembelajaran. Jakarta: Kemendikbud.

Moleong, Lexy J. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2001). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Jakarta: Ciputat Press.

Muhaimin. (2012). Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rahman Fitri Awal. (2021). Nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi kasus pada SMP Negeri 1 Basarang, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas). Tesis, UIN Antasari Banjarmasin.

Rasmini, Fakhruddin, & Sumarto. (2023). Penguatan nilai-nilai toleransi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKS 6 Pertiwi Curup. Institut Agama Islam Negeri Curup.

Ricky Santoso Muharram. (2020). Membangun toleransi umat beragama di Indonesia berdasarkan konsep Deklarasi Kairo. Jurnal HAM, 11(2).

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (Mixed Methods) (Cet. 7). Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2010). Manajemen penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Tilaar, H.A.R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Jakarta: Grasindo.

Wawancara dengan Mulyadi, Guru PAI Kelas VII SMP Negeri 12 Sidey, Manokwari, 3 Mei 2025.

Wawancara dengan Nurhayati, Guru PAI Kelas IX SMP Negeri 12 Sidey, Manokwari, 3 Mei 2025.

Wawancara dengan Slamet Riyadi, Guru PAI Kelas VIII SMP Negeri 12 Sidey, Manokwari, 29 April 2025.

Wawancara dengan Sujadi, Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Sidey, Manokwari, 30 April 2025.

Zulyadian. (2018). Penanaman nilai-nilai toleransi beragama pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Jurnal Pendidikan, 10(1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.