Use of Abbreviations, Acronyms, and Mixed Indonesian Language Codes On Social Media

Author


Ahmad Latief Devid Prakoso(1Mail), Ahmad Najmal Kusyasi(2), Angela Mericia Romaulina Rumapea(3), Dian Daniel Castro Sihombing(4), George Felix Purba(5), Tyara Alini Putri(6), Hendra Kurnia Pulungan(7),
(1) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, Indonesia,
(2) ,
(3) ,
(4) ,
(5) ,
(6) ,
(7) ,

Mail Corresponding Author
Article Analytic
  [File Size: 292KB]  Language: en
Available online: 2025-10-10  |  Published : 2025-10-10
Copyright (c) 2025 Ahmad Latief Devid Prakoso, Ahmad Najmal Kusyasi, Angela Mericia Romaulina Rumapea, Dian Daniel Castro Sihombing, George Felix Purba, Tyara Alini Putri, Hendra Kurnia Pulungan
Article can trace at:

Article Metrics

Abstract Views: 71 times PDF Downloaded: 291 times

Abstract


This study examines the rapidly growing use of abbreviations, acronyms, and code-mixing in Indonesian on social media. This phenomenon reflects the linguistic creativity of the younger generation, but also poses challenges to the preservation of good and correct Indonesian. This study aims to describe popular forms of abbreviations, acronyms, and code-mixing, analyze their impact on community language patterns, and provide recommendations regarding the wise use of Indonesian in the digital space. This research method is descriptive qualitative with a literature review of various related studies. The results show that abbreviations, acronyms, and code-mixing are not only forms of language efficiency but also symbols of identity, creativity, and social expression. However, excessive use can potentially reduce awareness of standard language. Therefore, education and collective awareness are needed to maintain the function of Indonesian in the digital era.

Keywords


Abbreviations, Acronyms, Code Mixing, Social Media, Indonesian.

References


Arifin, Z. (2021). Pengaruh Penggunaan Akronim di Media Sosial terhadap Keterampilan Menulis Formal. Jurnal Pendidikan Bahasa, 10(2), 45-60.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Damanik, R. (2021). Evolusi Singkatan Bahasa Indonesia dari SMS ke Media Sosial. Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia, 112-125.

Dewi, S. (2021). Dinamika Bahasa di Era Digital: Peran Media Sosial dalam Perubahan Pola Komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1), 33-48.

Fadilah, R. (2021). Bahasa Fleksibel di Ruang Digital: Kajian atas Penggunaan Emotikon dan Singkatan. Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 5(2), 88-102.

Hasibuan, A. (2020). Adaptasi Bahasa: Penggunaan Singkatan oleh Mahasiswa Aceh Singkil di Media Sosial. Jurnal Socius, 8(1), 77-89.

Hidayat, T. (2020). Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Pola Berbahasa Masyarakat Aceh Singkil. Jurnal Basastra, 9(3), 210-225.

Krippendorff, K. (2019). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Lestari, D. (2021). Campur Kode sebagai Simbol Gaya Hidup Modern dan Identitas Sosial Remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 155-170.

Lestari, D. (2022). Konstruksi Identitas Digital melalui Campur Kode Bahasa pada Generasi Z. Jurnal Studi Pemuda, 11(1), 45-62.

Mulyadi, I. (2021). Campur Kode Bahasa Indonesia-Inggris di Kalangan Siswa SMA: Sebuah Studi Sosiolinguistik. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(1), 112-128.

Nasution, R. (2019). Fenomena Campur Kode dalam Komunikasi Sehari-hari di Media Sosial. Jurnal Literasi Digital, 3(2), 89-104.

Nasution, R. (2021). Media Sosial sebagai Ruang Adaptasi Bahasa: Kajian Singkatan dan Akronim. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(3), 201-215.

Nurdin, J. (2021). Dampak Penggunaan Singkatan terhadap Pemahaman Bahasa Baku pada Anak dan Remaja. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(2), 134-149.

Putra, A. (2022). Pergeseran Norma Bahasa Formal akibat Popularitas Bahasa Gaul di Media Sosial. Jurnal Linguistik Terapan, 9(1), 56-72.

Putri, W. (2022). Bahasa Indonesia sebagai Media Kreativitas dan Identitas Digital Generasi Z. Jurnal Kajian Media, 5(2), 178-195.

Rahayu, S. (2022). Ancaman terhadap Peran Bahasa Indonesia sebagai Simbol Pemersatu Bangsa di Era Global. Jurnal Kebijakan Bahasa, 4(1), 33-48.

Rahman, F. (2020). Pengaruh Globalisasi dan Dominasi Bahasa Inggris terhadap Campur Kode di Media Sosial Indonesia. Jurnal Lingua Cultura, 14(2), 211-220.

Rahman, F. (2021). Pengaruh Media Sosial (Facebook) Terhadap Pola Kebahasaan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Jurnal Ilmu Budaya, 19(1), 45-60.

Rahman, F. (2022). Masa Depan Bahasa Indonesia di Tengah Arus Digital: Antara Kreativitas dan Standardisasi. Jurnal Futura, 8(3), 301-318.

Rohim, A. (2020). Dampak Negatif Penggunaan Singkatan Berlebihan terhadap Kemampuan Berbahasa Baku Pelajar. Jurnal Edukasi, 12(4), 567-582.

Sari, M. (2020). Media Sosial sebagai Ruang Inovasi Bahasa: Kelahiran Akronim Baru. Jurnal Literasi, 4(1), 22-37.

Simanjuntak, B. (2021). Globalisasi Bahasa dan Kekhawatiran akan Tergerusnya Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar. Jurnal Wacana, 15(2), 144-159.

Siregar, I. (2020). Kontribusi Media Sosial dalam Perubahan Pola Komunikasi dan Kebahasaan Masyarakat. Jurnal Komunikasi Global, 7(1), 88-105.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wulandari, D. (2021). Implikasi Ganda Penggunaan Bahasa Nonbaku di Media Sosial terhadap Ranah Akademik dan Formal. Jurnal Akademika, 10(2), 201-218.

Yusuf, M. (2019). Akronim sebagai Simbol Identitas Kelompok dan Komunitas Digital Remaja. Jurnal Sosiologi Dialektika, 14(1), 67-84.

Yusuf, M. (2020). Pergeseran Budaya Berbahasa dari Formal ke Nonformal di Media Sosial dan Implikasinya. Jurnal Bahasa dan Budaya, 8(3), 290-305.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.